Categories: Design Thinking Digital Industries Product Development

Panduan Product Manager Untuk Implementasi Solusi Berbasis AI Pada Pengguna Literasi Teknologi Rendah

Belakangan, kecerdasan buatan (AI) telah menjadi komponen utama dalam berbagai aspek kehidupan kita, mulai dari aktivitas bisnis hingga pendidikan. Namun, meskipun teknologi AI telah berkembang dengan cepat, tidak semua orang memiliki tingkat literasi teknologi yang sama. Banyak pengguna masih memiliki literasi teknologi yang rendah, yang membuat implementasi teknologi AI lebih menantang. Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan kepada Product Manager (PM) tentang bagaimana mengimplementasikan teknologi AI untuk pengguna dengan literasi teknologi rendah.

Pahami Audiens Anda

Langkah pertama yang penting adalah memahami audiens Anda dengan baik. Anda perlu tahu siapa pengguna Anda, tingkat literasi teknologi mereka, serta kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi. Ini akan membantu Anda mengidentifikasi solusi yang sesuai dengan pengguna Anda.

Bayangkan Anda adalah Product Manager untuk perusahaan yang mengembangkan aplikasi asisten virtual. Audiens target Anda termasuk pengguna lanjut usia yang mungkin tidak mahir dalam teknologi. Untuk lebih memahami audiens Anda, Anda melakukan survei dan wawancara pengguna. Anda menemukan bahwa banyak dari mereka tidak nyaman dengan perintah suara atau layar sentuh yang rumit. Informasi ini bisa menjadi dasar untuk pengembangan solusinya.

Selain itu, anda juga dapat menerapkan metode “Customer Journey Map” untuk memahami lebih intensif mengenai tantangan yang dihadapi segmen pengguna ini.

Note: Customer Journey Map adalah metode visual untuk memahami pengalaman pelanggan dalam interaksi dengan produk atau layanan bisnis, membantu identifikasi titik-titik kunci dalam perjalanan mereka.

Template Customer Journey Map

Anda dapat menggunakan template berikut untuk membuat Customer Journey Map: https://whimsical.com/customer-journey-mapping-QjkGidmwBb3ZzHGTjmnrbd

Buat Antarmuka yang Sederhana

Ketika Anda bekerja dengan pengguna literasi teknologi rendah, penting untuk memiliki antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan. Hindari penggunaan istilah teknis yang rumit dan desain antarmuka yang intuitif. Pengguna harus dapat dengan mudah memahami bagaimana menggunakan produk AI Anda.

Berdasarkan penelitian audiens pada langkah sebelumnya, Anda perlu merancang antarmuka pengguna yang sederhana. Alih-alih menu dan opsi yang rumit, Anda memilih tombol-tombol yang mudah dikenali dan sistem perintah suara dengan petunjuk yang sederhana dan jelas. Ini memudahkan pengguna lanjut usia Anda untuk berinteraksi dengan aplikasi.

Seringkali, pengguna dengan literasi teknologi rendah juga membutuhkan bantuan ekstra dalam memahami cara menggunakan produk dengan berteknologi tinggi. Sebagai PM, Anda dapat menyediakan panduan yang jelas dan mudah dipahami, baik dalam bentuk tulisan, video, atau panduan interaktif. Pastikan pelatihan ini mudah diakses oleh pengguna.

Gunakan Bahasa yang Sederhana

Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas pada Produk Anda. Hindari penggunaan jargon teknis yang bisa membingungkan mereka. Ini akan membantu pengguna dengan literasi teknologi rendah untuk lebih memahami produk Anda.

Sebagai contoh, pada sebuah Aplikasi berbasis Suara, daripada menggunakan istilah “Mode Pengenalan Suara” Anda dapat gunakan, “Bicaralah dengan saya”

Berikan Dukungan Pelanggan yang Baik

Setelah produk Anda diluncurkan, pastikan Anda memiliki tim dukungan pelanggan yang siap membantu pengguna dengan masalah atau pertanyaan. Tim ini harus terlatih untuk berkomunikasi dengan bahasa yang sederhana dan memiliki pemahaman yang baik tentang produk AI Anda.

Selain itu, mengingat AI merupakan teknologi baru yang terus berkembang, Anda harus siap untuk melakukan perbaikan dan peningkatan berkelanjutan pada produk Anda. Terus pantau umpan balik pengguna dan pelajari dari pengalaman untuk mengoptimalkan produk Anda.

Dengan mengikuti panduan ini dan merespons kebutuhan pengguna dengan literasi teknologi rendah, Anda dapat menghadirkan teknologi AI yang lebih inklusif dan berguna bagi lebih banyak orang. Implementasi yang berhasil akan meningkatkan manfaat teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari mereka tanpa meningkatkan hambatan literasi teknologi yang mungkin mereka hadapi.

Share
Published by
rifco

Recent Posts

  • Design Thinking
  • UI/UX Design

Manfaat Design System dalam Pengembangan Produk Digital

Desain merupakan inti dari pengembangan produk digital yang berhasil. Di tengah persaingan ketat dan tuntutan pasar yang berubah cepat, keberhasilan suatu produk seringkali tergantung pada…

  • Design Thinking
  • UI/UX Design

Mengasah Empati Pengguna: Kunci Sukses Seorang UI Designer

Sebagai seorang desainer antarmuka (UI designer), kemampuan untuk merasakan dan memahami pengalaman pengguna adalah elemen kritis dalam menciptakan desain yang tak hanya menawan secara visual,…

  • Digital Industries
  • Software Development

Sekilas Mengenai DevOps: Sebuah Budaya Untuk Kolaborasi Teknis

Kalau kita mendengar tentang DevOps, apa yang muncul dalam benak kita? Mungkin sebagian dari kita berpikir bahwa jika ada seseorang yang menangani deployment (read: launching…

  • Digital Industries

Interaksi Antara Product Manager dan Tim Programmer – Sebuah Komedi

Dalam dunia pengembangan perangkat lunak, interaksi antara Product Manager (PM) dan Programmer seringkali menjadi sumber cerita lucu. Keduanya memiliki peran yang sangat berbeda, tetapi harus…

  • Business Development
  • Technology Trends

Memanfaatkan Generative AI dari ChatGPT dan Bard untuk Riset Bisnismu

Eksplorasi bisnis tidak lagi terbatas pada sekadar mengumpulkan data, namun menjadi sebuah penjelajahan kreatif dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi. Dalam dunia startup, pemanfaatan Generative AI seperti…

  • Digital Industries

Bebaskan Bisnis Anda dari Bisnis Lain

Di era perkembangan produk digital yang terus berkembang, teknologi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Perkembangan Inovasi Teknologi Dari saat kita…