Membangun Product Roadmap Sebagai Alat Komunikasi Strategis

asphalt road between trees

Product Roadmap adalah sebuah alat komunikasi strategis di dalam organisasi. Tujuannya untuk menunjukkan kepada tim dan pemangku kepentingan lainnya, apa visi produk anda, bagaimana hal itu dipecah menjadi strategi dan apa saja inisiatif pengembangan produk yang diperlukan untuk mencapai strategi itu.


Ada setidaknya tujuh aktivitas utama dalam membangun sebuah produk yang keren, yakni:

  1. Menggali masalah yang dihadapi pengguna
  2. Membuat prioritas pengerjaan proyek
  3. Mencari dukungan dari para pemangku kepentingan (stakeholder)
  4. Mendetailkan solusi produk yang ditawarkan
  5. Melakukan manajemen proyek (kebanyakan menggunakan scrum)
  6. Mendiskusikan strategi peluncuran produk (Go to Market Strategy)
  7. Melakukan analisa metriks produk

Di sini, sebuah Product Roadmap menjadi artifak yang sangat penting ketika membuat prioritas implementasi dan juga dalam melakukan manajemen ekspektasi dari setiap pemangku kepentingan (stakeholder).

Menyadari betapa pentingnya informasi yang ditampilkan dalam Product Roadmap, kita perlu membuatnya dengan penuh pertimbangan. Pada dasarnya, sebuah Product Roadmap berisi informasi garis besar mengenai prioritas pengembangan produk.

Ingat, jangan pernah gunakan asumsi siapapun dalam membuat prioritas. Kita harus membuatnya se-objective mungkin. Umumnya, dasar pembuatan prioritas mengacu pada metrics utama dari perusahaan. Metrics tersebut bisa berbentuk North-star metrics, KPI, ataupun OKR.

Simulasinya bisa diandaikan sebagai berikut:

Jika, North-Star dari perusahaan ialah Conversion Rate
Maka, proyek “Meningkatkan Relevansi Hasil Pencarian” itu lebih penting dibanding “Membangun sebuah landing page


Metode Populer untuk Pembuatan Prioritas

Di dunia pengembangan produk, ada banyak sekali metode yang digunakan berbagai perusahaan untuk membuat prioritas. Secara umum, metode tersebut dikategorikan berdasarkan cara membuat penaksirannya, ada yang berdasarkan analisa kualitatif dan kuantitatif.

Pada artikel ini, saya akan membahas mengenai 2 metode yang paling cocok untuk diterapkan di perusahaan rintisan Indonesia, yakni:

  • Reach Impact Confidence Effort (RICE)
  • Cost of Delay (CoD)

Metode 1: Reach Impact Confidence Effort (RICE)

Dengan metode RICE, kita mendasarkan pembuatan prioritasnya pada potensi impact dari fitur yang akan dikembangkan. Artinya, ketika harus memilih fokus dari beberapa alternatif proyek, maka proyek dengan dampak fitur yang lebih tinggi yang akan dikerjakan lebih dahulu.

Secara teknis, metode ini meminta kita untuk menghitung skor RICE dari setiap rencana pengembangan fitur, lalu prioritaskan fitur dengan skor terbesar. Skor RICE dihitung dengan formula berikut:

Berikut penjelasan dari masing-masing variabel di atas:

ReachPerkiraan jumlah pengguna yang akan terdampak dari fitur yang dikembangkan, dalam suatu periode waktu.

Misal:
jumlah pengguna baru per bulan
ImpactBerapa nilai impact dari fitur yang dikembangkan. Kita bisa menggunakan nilai relatif berikut:

5: sangat masif
4: tinggi
3: sedang
2: kecil
1: bisa diabaikan

Misal:
Peningkatan kecepatan proses transaksi
ConfidenceBerapa yakin kita ketika membuat penilaian dari skor Reach dan Impact

Gunakan skala persentase untuk membuat nilai Confidence
EffortBerapa besar upaya yang perlu dilakukan untuk merealisasikan fitur nya, secara analisa produk, pengerjaan design dan juga engineering

Bisa menggunakan skala relatif 1-5 untuk membuat skor Effort

Kita bisa menggunakan proyek paling simple sebagai referensi nilai relatif 1.Jika proyek tersebut nilainya 1, berapa nilai Effort untuk proyek yang ini

Berikut sebuah contoh hasil analisa prioritas dengan metode RICE:

Metode 2: Cost of Delay (CoD)

Sementara, metode Cost of Delay mendasarkan pembuatan prioritas pada potensi rupiah (atau dollar) yang akan didapat atau dihemat jika fitur yang dimaksud sudah ada.

Pada dasarnya, metode Cost of Delay melihat bahwa semua fitur yang akan dikembangkan memiliki nilai ekonomis dari 2 hal berikut:

  1. Bisa jadi fitur akan mendatangkan tambahan revenue, sehingga tidak ada nya fitur tersebut menimbulkan Opportunity Loss
  2. Fitur yang dikembangkan bisa mengurangi Operational Cost dari prosedur bisnis yang dilakukan dengan cara sekarang

Metode ini meminta kita untuk menghitung skor total Cost of Delay, dengan formula:

Skor Cost of Delay = Nilai Ekonomis per satuan waktu / Durasi Implementasi

Berikut sebuah contoh hasil analisa prioritas dengan metode Cost of Delay:

Komunikasikan Product Roadmap Kepada Semua Pemangku Kepentingan

Selaras dengan pembahasan di atas, sebuah Product Roadmap dapat digunakan sebagai alat komunikasi untuk menjelaskan mengenai visi dari produk. Rencana ini hanya akan berjalan baik jika anda melakukan 2 hal berikut:

  • Secara aktif menginformasikan kepada semua orang mengenai informasi di Product Roadmap
  • Selalu menjadikan Product Roadmap sebagai referensi utama ketika melakukan perencanaan strategi

Sebagai alat komunikasi yang baik, anda juga diharapkan untuk menjelaskan mengenai dasar pemikiran bagaimana artifak Product Roadmap ini terbuat. Apakah itu berdasarkan faktor impact dari fitur ataukah faktor ekonomis-nya. Dengan begitu, setiap fungsi di perusahaan akan dengan senang hati untuk mendukung visi dari produk Anda.

Koordinasi antar tim
Koordinasi antar tim

Dari komunikasi yang baik, akan terjalin koordinasi yang tepat. Harapannya, semua ini akan mendukung terciptanya alignment antar fungsi, sehingga:

  • Tim Marketing jadi tahu kapan tepatnya harus menjalankan Campaign promosi
  • Tim Operasional bisa merencanakan kapan harus meningkatkan kapasitas timnya
  • Tim Personalia juga tahu bagaimana membuat rencana perekrutan

Selain untuk tim di atas, pastikan Product Roadmap juga dapat dilihat oleh semua orang di perusahaan, agar dapat tercipta koordinasi yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *