Cara Tepat untuk Merancang Produk yang Layak dan Dibutuhkan Penggunanya

three men sitting while using laptops and watching man beside whiteboard

Tujuan akhir dari setiap tim produk adalah merancang produk yang keren dan berguna bagi penggunanya. Untuk mencapai ini, tim tersebut harus terus memperbaiki pemahaman mereka tentang tiga pertanyaan kunci:

  1. Siapa pelanggan saya?
  2. Apa masalah mereka?
  3. Apa solusi terbaik dan paling simple yang bisa dibuat untuk mereka?

Seringkali jawaban atas pertanyaan tersebut bisa berubah seiring dengan waktu. Namun, dengan terus ingat dan berputar pada 3 pertanyaan ini di sepanjang siklus pengembangan, tim dapat menciptakan produk-produk terbaik dan memaksimalkan impact yang bisa diberikan kepada penggunanya

Di bawah, saya akan mengeksplorasi cara pragmatis untuk menguji dan memvalidasi ide-ide produk, dari konsepsi hingga peluncuran, sambil tetap memetakan kembali ke tiga pertanyaan inti ini.

Bangun Pemahaman Bersama tentang Pengguna

User Interviews
Tim melakukan proses memahami penggunanya

Di awal pengembangan produk, sebagian besar tim memiliki hipotesis tentang apa yang dibutuhkan pelanggan mereka, tetapi tingkat kepastian mereka relatif rendah. Untuk memperdalam pemahaman ini, tim harus keluar ke lapangan dan berbicara dengan pelanggan untuk memvalidasi – atau membatalkan – ide.

Saat tim Anda mengumpulkan data, semua temuan harus dianggap sebagai bidang probabilitas versus serangkaian jawaban konkret. Berkali-kali kembali ke pengguna untuk mendapatkan umpan balik, dan memperbaiki pemahaman Anda tentang kebutuhan mereka, adalah rahasia kesuksesan produk. Selama proses ini, tanyakan pada diri Anda: apakah kebutuhan pelanggan saya berubah? Apakah ada fitur tertentu, yang memenuhi kebutuhan pelanggan saya, yang dapat dimasukkan ke dalam produk untuk meningkatkan nilainya?

Mulailah dari Tim Inti, kemudian dapatkan dukungan dari para Pembuat Keputusan

Langkah penting lainnya untuk memberikan produk yang berkualitas dengan cepat adalah mendapatkan dukungan organisasi berdasarkan pemahaman Anda tentang pelanggan. Ini dimulai dengan terlebih dahulu memastikan ada keselarasan dalam tim inti Anda.

Tim inti Anda harus mencakup manajer produk, para designer, engineer / tim IT, data analyst, dan user researcher. Akan lebih baik jika ada role product marketing dari awal, sehingga mereka terlibat dalam seluruh siklus pengembangan dan memahami value proposition untuk pelanggan. Anda harus melibatkan tim inti ini dalam mengumpulkan masukan dari pelanggan dan dalam membentuk jawaban untuk tiga pertanyaan kunci du atas. Ini juga akan berguna buat mereka dalam membangun empati dan pemahaman langsung dari pelanggan.

Dapatkan dukungan dari para pemangku kepentingan

Setelah tim inti ditetapkan, Anda harus menentukan dari siapa lagi Anda akan memerlukan dukungan – sponsor eksekutif, sales dan support, CEO, dan sebagainya. Pada akhirnya, tidak ada yang mau (atau bisa!) membangun, memasarkan, atau mendukung produk yang mereka tidak mengerti atau tidak membelinya. Mendapatkan dukungan dari tim inti Anda dan pemangku kepentingan lainnya akan mempercepat proses pengembangan produk yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan pelanggan.

Maksimalkan Efisiensi Penelitian

Sebelum Anda mulai membangun produk Anda, Anda harus memastikan Anda transparan tentang pertanyaan penelitian utama, metodologi, dan kriteria keberhasilan. Anda dapat menghindari terjebak dalam kelumpuhan analisis dengan menetapkan kriteria keberhasilan yang jelas untuk keputusan yang akan Anda buat – yaitu, “jika X terjadi, kami akan melakukan Y”.

Ketika Anda melakukan penelitian, secara teratur bagikan temuan untuk memperkuat pentingnya pendekatan berbasis bukti dan mengurangi diskusi pepesan kosong.

Bagikan Temuan Penelitian Pelanggan di Seluruh Organisasi

Ingat untuk selalu berdiskusi dengan para pembuat keputusan; untuk mendapat masukan dari mereka dan memastikan bahwa temuan yang ada selaras dengan visi perusahaan. Tidak seorang pun ingin mendapat bantahan dari CEO ketika produk mereka ketika sudah setengah jadi.

Dukungan dari tim sales dan support juga sangat penting, karena mereka inilah orang-orang garis depan yang akan berfungsi sebagai wajah produk Anda.

Setelah Anda memusatkan perhatian pada para pemangku kepentingan Anda, Anda dapat berbagi temuan penelitian dengan mereka dalam berbagai cara: meeting townhall di perusahaan, pertemuan satu-satu dengan beberapa orang, atau pelatihan yang direkam. Pada setiap tahap, Anda harus bertanya kepada mereka apakah temuan itu sesuai dengan pengalaman mereka, dan dengarkan masukan yang mereka berikan untuk dibagikan dengan tim inti Anda.

Ingat Kembali 3 Pertanyaan kunci

Siapa pelanggan saya, dan apa masalah mereka?

Mulailah menguraikan apa yang diinginkan pelanggan Anda dengan wawancara penemuan-kebutuhan, mulai dari tingkat tinggi. Ini akan memberikan konteks bagaimana pelanggan beroperasi sebelum Anda sampai pada hipotesis masalah.

Pertanyaan atau pertanyaan mungkin termasuk:

  • Ceritakan tentang peran Anda
  • Apa tujuan Anda tahun ini?
  • Tantangan apa yang membuat Anda terjaga di malam hari?

Kemudian, Anda bisa menggali lebih dalam ke ruang masalah dengan pertanyaan seperti:

  • Bagaimana dan kapan Anda melakukan X?
  • Ceritakan tentang pengalaman terakhir Anda. Apa yang membuatnya mudah? Apa yang membuatnya sulit?
  • Alat atau proses apa yang Anda gunakan?

Ingat, ketika berdiskusi dengan para pelanggan, fokus kepada masalah mereka dan jangan terlalu banyak membahas solusi yang mungkin dibuat.

Apa solusi terbaik dan paling simple yang bisa dibuat untuk mereka?

Setelah wawancara pelanggan, kumpulkan tim inti Anda untuk melakukan sesi brainstorming guna memetakan solusi untuk kebutuhan pengguna. Ini bisa sesederhana dengan mendaftarkan permasalahan pelanggan yang Anda identifikasi dari wawancara di satu sisi papan tulis dan hasil diskusi mengenai solusinya di sisi lainnya.

Setelah beberapa potensi solusi untuk setiap permasalahan telah ditetapkan, tentukan ide mana yang paling tinggi faktor nilai dari impact dibanding effort-nya

Bangun Produkmu – Dengan Cepat!

Sekarang saatnya membangun. Anda harus berupaya menyelesaikan versi produk dari ujung ke ujung dalam satu s/d tiga minggu. Itu tidak harus sempurna, tetapi versi awal ini akan membiarkan Anda menguji asumsi demi asumsi yang ada. Mulailah menguji produk secara internal, dan lakukan wawancara dengan pelanggan untuk mendapatkan umpan balik mereka saat Anda terus melakukan validasi.

Seharusnya, merancang produk yang layak dan diinginkan pengguna tidaklah sulit dan memakan waktu banyak. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, dan terus-menerus bertanya mengenai tiga pertanyaan kunci, tim dapat mengurangi waktu untuk memasarkan dan meluncurkan produk yang sesuai dengan harapan pelanggan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *